Jangan Pernah Putus Asa dari Rahmat Allah SWT

Pernahkah kita merasakan keputus-asaan menerpa jikalau dalam menjalani hidup ini kita menemui berbagai rintangan yang menghadang? Bahkan kadang kita lebih memilih untuk menyerah dengan keadaan. Padahal ALLAH SWT telah menciptakan kita sebagai sebaik-baik ciptaanNya dengan dibekali potensi dan ilmu pengetahuan yang sangat luar biasa. Untuk itu ada baiknya kita belajar dari saudara seiman berikut ini dalam memaknai dan mensyukuri kehidupan yang telah ALLAH SWT berikan. Bisa jadi, kita tidak akan percaya jika mendengar aktifitasnya yang cukup padat, sebenarnya saudara kita ini diciptakan ALLAH SWT dengan keterbatasan dibandingkan orang pada umumnya.

Lelaki yang oleh Teman-temannya dipanggil Umar ini, mulai kehilangan fungsi kakinya sejak usia balita. Pada umur sekitar 14 bulan, Umar terkena serangan polio sehingga menyebabkan kakinya sangat lemah dan berukuran kecil. Upaya pengobatan terus dilakukan hingga menginjak usia 7 tahun, sayangnya kemudian harus dihentikan karena alasan biaya yang terhitung cukup besar waktu itu. Ketika beranjak dewasa Umar harus kehilangan fungsi kedua kakinya, khususnya untuk berjalan. Sebagai gantinya, Umar hanya mengandalkan kedua tangannya untuk melakukan segala aktifitas.

Melihat kondisi Umar, bisa jadi kita akan beranggapan Umar sehari-hari berdiam diri di rumah atau tergolek lemas di tempat tidur saja, menunggu belas kasihan orang lain untuk menopang hidupnya.

Anggapan itu akan sirna dan berganti menjadi decak kagum, bila kita mengikuti kegiatan Umar sehari-hari. Dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna itu, Umar mengisi hari-harinya dengan mencari rizki sebagai pedagang buku-buku islami, parfum dan pernak-pernik lainnya di masjid pinggir jalan Diponegoro. Kegiatan lain yang tak kalah penting bagi Umar adalah berdakwah demi menolong agama ALLAH SWT serta menegakkan kalimatullah, ber-amar ma’ruf nahi munkar dari masjid ke masjid.

Bagi Umar yang kini telah menginjak usia 28 tahun aktifitas dan pekerjaan tersebut dilakukannya dengan penuh semangat tanpa mengeluhkan kekurangan yang ada pada dirinya. Berpikir positif sudah menjadi bagian hidupnya dengan menganggap kondisi fisik yang kurang sempurna bukanlah penghalang seseorang untuk berprestasi dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah menyemai amal baik di bumi ALLAH untuk bekal di Yaumul Akhir.

Tekad dan semangat luar biasa Umar ini diawali ketika dalam sebuah majlis kajian islam beliau membaca Al Qur’an Surat Yusuf ayat 87 yang menceritakan Nabi Yakub memberi pesan kepada anak-anaknya :

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Kemudian beliau juga membaca Sirah Nabawiyah dan kisah-kisah para sahabat Rasulullah, yang semakin menguatkan jiwanya bahwa hidup ini dengan segala nikmat yang telah kita terima adalah rahmat dari ALLAH SWT yang terlalu mulia dibandingkan kekurangan yang kita miliki.

Semestinya kita bisa mengambil hikmah dari kisah Umar, sudahkah kita -yang diberi kondisi tubuh lebih sempurna sudah banyak berbuat untuk ummat ? Sudahkah kita menyingsingkan lengan kita untuk menolong agama ALLAH seperti yang di-firmankan-Nya :

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (TQS. Muhammad : 7)

Semoga kita bisa memetik hikmah dari cerita ini agar kita bisa lebih bersyukur dan tidak berputus asa dari rajmat ALLAH SWT. Amiin Allahumma Amin.

Oleh : Tyo (oka_evo@yahoo.co.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: